Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Cordycepin: Antikanker dari Jamur

Pernahkah teman-teman mendengar tentang senyawa antikanker yang dihasilkan oleh jamur? Banyak yang berpikir bahwa jamur selalu memberikan dampak negatif bagi kita. Namun, tidak demikian dengan senyawa Cordycepin, suatu senyawa pintar yang berfungsi sebagai senyawa antikanker.

Cordycepin atau 3’deoxyadenosin merupakan turunan nukleotida adenosin tanpa adanya molekul oksigenin pada posisi C 3′ pada bagian ribosa. Senyawa cordycepin ini pertama kali diekstrak dari jamur genus Cordyceps. Namun, saat ini telah banyak cara sintesis kimia untuk menghasilkan molekul cordycepin.

Struktur Kimia Cordycepin

Struktur Kimia Cordycepin.

Struktur Kimia Cordycepin.

Informasi lebih jauh mengenai karakter kimia cordycepin ini bisa dilihat pada tabel berikut.

Karakter kimia senyawa cordycepin.

Karakter kimia senyawa cordycepin.

Proses identifikasi molekul ini dapat dilakukan melalui proses HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Dengan menggunakan HPLC, molekul cordycepin dapat dibedakan dari molekul analognya, yaitu adenosin.

Instrumen HPLC (High Performance Liquid Chromatography) dan contoh hasil analisis cordycopin dengan HPLC.

Instrumen HPLC (High Performance Liquid Chromatography) dan contoh hasil analisis cordycopin dengan HPLC.

Si Jamur penghasil Cordycepin

Cordycep (Ascomycetes) yang merupakan jamur penghasil cordycepin ini telah digunakan sejak lama sebagai pengobatan tradisional di Cina. Beberapa penelitian modern telah menunjukan bahwa senyawa ini selain sebagai antikanker juga berpotensi menghambat aktivitas penuaan (anti-aging). Saat ini melalui teknologi deep layer fermentation, proses kultur penumbuhan jamur cordycep dapat ditingkatkan secara massal untuk menghasilkan senyawa cordycepin. Satu hal yang menarik, jamur ini tubuh pada larva ulat Hepialus armoricanus Oberthuer.

Ed42-kimia-4

Salah satu jamur penghasil cordycepin dari genus Cordyceps.

Seiring perkembangan bioteknologi, kultur jamur penghasil cordycepin juga telah berhasil dibudidayakan secara masif (skala besar) dan dimanfaatkan sebagai obat herbal di beberapa negara.

Ed42-kimia-5

Manfaat Cordcycepin untuk kesehatan dan mekanismenya

Cordycepin sudah digunakan secara tradisional di negeri Cina secara turun menurun sebagai obat untuk meningkatkan imunitas tubuh, obat batuk, dan beberapa manfaat lainnya. Penelitian in vitro dan penelitian secara klinis juga menunjukan bahwa cordycepin dapat digunakan sebagai antitumor, antikanker, antiplatelet, juga antidiabetes.

Karena cordycepin memiliki struktur kimia serupa (analog) dengan adenosin, beberapa enzim tidak dapat membedakan kedua senyawa ini. Oleh karena itu, senyawa cordycepin dapat terlibat pada beberapa reaksi biokimia. Contoh reaksi biokimia yang ‘diganggu’ oleh senyawa ini adalah reaksi pada proses replikasi dan transkripsi.

Pada saat cordycepin ditambahkan pada sel yang sedang mengalami proses replikasi, secara tidak langsung dapat dihasilkan sel cacat DNA/RNA yang dapat menstimulasi sel mengalami proses apoptosis (program kematian sel). Hal ini dapat dimanfaatkan untuk proses treatment sel kanker, yaitu sel kanker dihambat dengan penambahan senyawa cordycepin.

Cordycepin juga dapat menstimulasi jumlah sel-T, meningkatkan ketahanan sel limfosit, meningkatkan produksi a-TNF dan interleukin-1, dan meningkatkan aktivitas sel imun. Tak hanya itu, cordycepin juga dapat menghambat proses pembentukan agregasi platelet dengan menurunkan konsentrasi ion kalsium dan thromboxane A2. Pembentukan agregasi platelet ini sangat berbahaya karena dapat menginduksi terjadinya beberapa penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner.

Bagaimana, paham ya? Ternyata jamur pun bisa bermanfaat menjadi antikanker.

Bahan bacaan:

Penulis:

  1. Joni Prasetyo, peneliti BPPT, Serpong. Kontak: prasetyo_j2001(at)yahoo(dot)com.
  2. Andriati Ningrum, mahasiswi S3 di Institute of Food Science, BOKU Vienna, Austria.
    Kontak: andriati_ningrum(at)yahoo(dot)com.