Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Air Susu Ibu

Bayi manusia adalah salah satu bayi paling lemah di antara semua bayi mamalia. Dalam rahim ibu, janin mendapatkan semua asupan nutrisi yang dibutuhkan secara aman melalui plasenta. Ibu juga memberikan perlindungan kekebalan tubuh melalui plasenta. Setelah lahir, perlu ada proses yang menjembatani dunia aman di dalam rahim dengan dunia nyata. Oleh sebab itu, manusia sebagai mamalia dikaruniai kemampuan memberi makan anaknya.

Air susu ibu atau yang selanjutnya disingkat sebagai ASI adalah cairan yang dikeluarkan dari kelenjar payudara ibu. ASI adalah susu spesial yang tercipta khusus untuk bayi manusia sebagai makanan transisi paling sempurna. Komposisi nutrisi dalam ASI begitu unik untuk menunjang tumbuh kembang serta memelihara kesehatan anak. Melalui ASI, seorang ibu tidak hanya memberikan asupan makanan namun juga perlindungan kekebalan tubuh bagi bayi yang masih lemah. ASI mudah dicerna dan digunakan secara efisien bagi tumbuh kembang bayi supaya sehat lahir dan batin.

Payudara dan Produksi ASI

Setiap ibu memiliki sepasang payudara. Di dalam payudara terdapat kelenjar payudara yang memiliki kemampuan memproduksi ASI. Kelenjar payudara terdiri dari sekumpulan alveolus (alveoli) yang bergabung membentuk lobus-lobus (lobules). Setiap ibu memiliki 15 – 25 lobus alveolus di setiap payudara. ASI yang diproduksi akan disimpan dalam ruang ASI kemudian dialirkan melalui saluran-saluran ductus hingga keluar dari puting (nipple). Pada ujung puting terdapat sekitar 9 lubang pori yang akan terbuka saat terjadi refleks aliran ASI dan hisapan bayi. Bentuk dan ukuran payudara tidak mempengaruhi kemampuan ibu untuk menyusui karena jumlah kelenjar payudara pada masing-masing ibu itu serupa, yang berbeda adalah kelenjar lemaknya.

Laktogenesis

Proses produksi ASI (laktogenesis) dibagi menjadi 4: Laktogenesis 1 di saat hamil; Laktogenesis 2, segera setelah bayi lahir hingga 2 minggu pasca persalinan bertujuan untuk membangun produksi ASI; Laktogenesis 3/galaktopoiesis, setelah 14 hari pasca persalinan, disebut juga proses pemantapan produksi ASI; Involusi yang terjadi dalam 72 jam hingga 42 hari setelah ibu menyapih total.

Tubuh ibu telah mempersiapkan ASI di dalam payudara sejak minggu ke-16 kehamilan. Namun, kadar hormon kehamilan yang diproduksi plasenta menekan produksi dan pelepasan ASI sehingga saat hamil. Perubahan bentuk payudara untuk mempersiapkan produksi ASI dapat diamati berupa pembesaran payudara dan sedikit rasa nyeri. Puting dan aerola, daerah sekitar puting, akan mengalami hiperpigmentasi, menyebabkannya berwarna lebih gelap. Pembuluh darah pada payudara akan membesar sehingga terlihat lebih kebiruan, bening dan jernih di bawah kulit dada ibu. Tuberkel Montgomery yang terletak di areola akan membesar untuk memberikan pelumasan di daerah puting dan areola ibu.

Payudara bisa mengeluarkan sedikit cairan ketika ibu memasuki trimester akhir kehamilan. Setelah persalinan seluruh produk kehamilan termasuk bayi dan plasenta akan keluar. Hormon kehamilan akan perlahan menghilang dari sirkulasi darah ibu dalam tiga hari. Oleh sebab itu, pada hari ketiga biasanya payudara mulai terasa penuh dan ibu akan mengatakan bahwa “ASI telah keluar”. Pada masa 2 minggu setelah persalinan, produksi ASI diatur oleh perubahan hormon. Produksi ASI diatur oleh hormon prolaktin dan pengeluaran ASI diatur oleh hormon oksitosin. Setelah 2 minggu, produksi ASI diatur oleh kebutuhan bayi (ibu menyusui dan memerah ASI).

ASI: Makanan dan Minuman dalam Satu Paket

ASI adalah makanan dan minuman dalam satu paket. Produksi ASI menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. ASI bisa mencukupi seluruh kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi baru lahir hingga umur 6 bulan, memenuhi separuh kebutuhan bayi umur 6 hingga 12 bulan dan memenuhi sepertiga kebutuhan anak umur di atas satu tahun.

Di awal masa menyusui, payudara akan menghasilkan kolostrum yang meskipun jumlahnya hanya sekitar 50 mL, namun mudah dicerna dan sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir. Di hari 3-14 ASI berubah menjadi ASI peralihan. Pada hari ketiga bayi akan mendapatkan sekitar 300-400 mL asupan ASI dalam 24 jam dan di hari kelima sekitar 500-800 mL dalam 24 jam. ASI peralihan akan menjadi ASI matang di hari 14 pasca persalinan. ASI matang terdiri dari ASI awal (foremilk) yang disekresikan di awal waktu menyusui dan ASI akhir (hindmilk) di akhir waktu menyusui. Produksi ASI akan stabil sehingga payudara memproduksi ASI rata-rata 800-1000 mL dalam 24 jam.

Perbedaan ASI dari Payudara

Kandungan keseluruhan penyusun ASI juga bervariasi berdasarkan waktu penyusuan, antar-waktu penyusuan dalam satu hari, antar sisi payudara dalam satu ibu, bahkan antara perempuan.

ASI dari ibu yang melahirkan bayi prematur atau bayi berat badan lahir rendah juga berbeda dengan ASI ibu bayi lahir cukup bulan. Perbedaan kandungan nutrisi ini sangat penting karena menyesuaikan zat gizi ekstra pada bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Beberapa nutrisi memang belum bisa dipenuhi sehingga bayi prematur memerlukan suplementasi penguat ASI. Penggunaan ASI ibu sendiri lebih diutamakan dibandingkan ASI donor sehingga diharapkan ibu rajin memerah ASI jika terpisah dari bayi atau bayi belum efektif menetek.

Kandungan ASI di pagi hari berbeda dengan ASI di petang hari menyesuaikan kebutuhan bayi. Pada pagi hari payudara ibu akan memproduksi ASI dengan volume paling besar. Menjelang petang volume ASI yang diproduksi akan menurun namun kandungan lemak makin tinggi. Bayi biasanya lebih jarang menetek di pagi hingga siang hari dan akan lebih sering menetek berkelompok di petang dan malam hari untuk kemudian tidur malam lebih panjang.

ASI akan berubah kandungannya mengikuti pertambahan umur bayi. ASI ibu yang menyusui lebih dari satu tahun memiliki kandungan lemak dan energi yang lebih besar dibandingkan kandungan ASI ibu bayi yang lebih muda. Oleh sebab itu, bayi berumur di atas 1 bulan akan mengkonsumsi ASI dengan jumlah yang sama karena meski volume tetap namun kandungan nutrisi serta kalori ASI makin tinggi. ASI bagi anak berumur lebih dari satu tahun merupakan sumber protein dan vitamin yang bermanfaat juga akan memperkuat sistem pertahanan tubuh anak.

Penelitian pada 250 balita di Kenya Barat menunjukkan ASI mensuplai 32% kebutuhan energi anak di atas umur satu tahun. Penelitian di pedesaan Bangladesh membuktikan bahwa ASI merupakan sumber vitamin A yang penting bagi anak berusia 2-3 tahun. Oleh sebab itu, bayi yang tetap disusui akan mendapatkan banyak keuntungan seperti lemak, protein, vitamin, kekebalan tubuh serta faktor pertumbuhan yang penting bagi perkembangan tubuh anak.

ASI mengandung karbohidrat, protein dan lemak, serta vitamin dan mineral yang penting bagi pertumbuhan bayi. Kandungan karbohidrat, protein, dan lemak tidak dipengaruhi oleh asupan makanan ibu namun komposisi asam lemak serta vitamin dan mineral dipengaruhi oleh asupan makanan ibu. Makanan dalam ASI kadarnya lebih sedikit dibandingkan dalam susu lain, tapi dalam bentuk yang mudah dicerna oleh bayi. Istimewanya lagi, ASI tidak hanya menjadi makanan tetapi juga merupakan molekul bioaktif yang akan menjaga imunitas tubuh bayi dan membantu mekanisme pengaturan tubuh bayi yang sedang sibuk tumbuh berkembang.

Manfaat Pemberian ASI

ASI selalu tersedia kapan saja dan di mana saja; ASI selalu bersih, bergizi dan memiliki suhu yang tepat. Bagi banyak ibu, menyusui akan mengurangi beban kerja (tidak membutuhkan waktu untuk membeli susu formula, merebus air, membeli bahan bakar untuk keperluan membuat susu dan tidak perlu repot membuat susu).

Pada tahun 2002, WHO mengesahkan rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI dengan terus meneruskan pemberian ASI hingga dua tahun atau lebih. Inisiasi menyusu dini segera setelah bayi lahir juga terbukti mampu menurunkan angka kematian bayi baru lahir hingga 22%. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat dan aman terbukti bisa memperbaiki kualitas kesehatan dan kehidupan anak serta menurunkan angka kematian anak di bawah 5 tahun hingga 20%, lebih dari 500.000 anak setiap tahun, lebih dari 1.500 anak setiap hari.

Menyusui adalah pondasi nutrisi yang baik yang bisa berkontribusi untuk menurunkan risiko kurang gizi pada masa kanak-kanak dan risiko obesitas hingga seumur hidupnya. Selain mendukung asupan nutrisi dan memperkuat ikatan ibu-anak, menyusui juga dapat membantu perkembangan otak mereka. Lebih lanjut lagi, menyusui juga terbukti bisa menolong mencegah kekerdilan–sebuah tragedi global yang saat ini diderita oleh jutaan anak di dunia. Namun sayangnya, tidak sampai separuh bayi baru lahir di dunia yang mendapatkan manfaat dari menyusui. Bahkan hanya sedikit yang bisa mendapatkan ASI eksklusif untuk 6 bulan. Oleh karena itu, mari kita dukung para ibu yang memberikan ASI di sekitar kita!

 

Bahan bacaan:

Penulis:

Annisa Karnadi