Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Sel Darah Merah

Tahu, kan, teman-teman bahwa di dalam tubuh kita itu terdapat cairan? Nah, salah satu komponen cairan dalam tubuh manusia adalah darah. Komponen darah terdiri dari cairan yang disebut plasma darah, dan sel-sel darah. Sel-sel darah itu ada sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Saat ini kita akan membahas tentang sel darah merah.

Ed65-kesehatan-1

Sel darah merah disebut juga eritrosit (erythrocyte), erythro- yang berarti merah, -cyte yang berarti sel. Sel darah merah memiliki karakteristik, supaya mudah diingat, kita sebut saja 3R, yaitu

  • Red (merah); sesuai namanya, sel darah merah ini bewarna merah. Sel sarah merah mengandung hemoglobin, dan hemoglobin mengandung zat besi. Hemoglobin dapat berfungsi mengikat oksigen yang diambil dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Di tubuh terjadi pertukaran oksigen dengan karbondioksida yang kemudian akan diikat oleh hemoglobin dan dibuang melalui paru-paru. Hemoglobin yang mengikat oksigen akan memberikan warna kemerahan.
  • Round (bulat); sel darah merah tidak sepenuhnya bulat, tapi berbentuk seperti cakram yang kedua sisinya cekung. Sisi yang cekung ini menjadikan sel darah merah memiliki permukaan yang lebih luas, sehingga hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen.
  • Rubber (karet); bentuknya yang kenyal seperti karet, memudahkan sel darah merah ikut mengalir dalam pembuluh darah yang sempit dengan menyesuaikan bentuknya.

Jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia dewasa kurang lebih 4-5 juta sel tiap 1 mL darah. Wow, banyak sekali ya. Orang yang tinggal di dataran tinggi seperti pegunungan, memiliki jumlah sel darah merah yang lebih banyak karena kadar oksigen di dataran tinggi lebih tipis, sehingga tubuh memerlukan sel darah merah lebih banyak agar dapat mengikat oksigen lebih banyak.

Sel darah merah dibentuk di sumsum tulang melalui beberapa tahap. Proses pematangan sel darah merah juga memerlukan peran vitamin B12 dan asam folat. Setelah matang, sel darah merah baru dilepaskan ke aliran darah. Sel darah merah berumur kurang lebih 120 hari, setelah itu sel darah merah akan dirombak di limpa.

Kekurangan sel darah merah disebut sebagai anemia. Anemia dapat memimbulkan gejala seperti lemah, mudah mengantuk, mudah lelah. Hal ini dikarenakan sel tubuh kekurangan oksigen yang seharusnya diperoleh saat sel darah merah beredar ke seluruh tubuh. Secara garis besar, ada 3 kondisi yang dapat menyebabkan anemia, yaitu:

  • kehilangan darah akibat perdarahan
  • meningkatnya perombakan sel darah merah
  • berkurangnya produksi sel darah merah yang berkualitas

Anemia yang banyak terjadi adalah kurangnya produksi sel darah merah yang berkualitas. Kurangnya sel darah merah ini paling banyak disebabkan karena kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Zat besi banyak terkandung dalam daging dan sayuran, namun zat besi yang mudah diserap oleh tubuh paling baik yang berasal dari daging merah.

Setelah makan daging merah atau protein hewani lain seperti ikan dan hati, sebaiknya tidak minum teh, karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang sangat berguna sebagai bahan pembentuk sel darah merah. Vitamin B12 dan asam folat yang juga digunakan sebagai bahan pembentuk sel darah merah banyak terkandung pada makanan laut.

Ed65-kesehatan-2

Nah, jadi adik-adik, jangan lupa menyertakan makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, dan asam folat dalam makanan kalian, ya!

Bahan bacaan:

Penulis:
Dewi Purnamasari, Dokter di Siloam Lippo Village.
Kontak: liem_siu_fang(at)yahoo(dot)com.