Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Budaya Bersepeda: Melbourne Kota Sepeda

Ed09-budaya-1

Melburnians loooooove their city…

Melburnians adalah sebutan untuk warga yang tinggal di Melbourne, Australia. Mulai dari semarak kedai kopi yang tersembunyi di gang-gang kecil, sampai toko-toko unik yang tersebar di bangunan-bangunan antik, ada lebih dari seribu alasan Melburnians jatuh cinta dengan kota Melbourne. Meski begitu, sebagai warga Jakarta, saya tidak membutuhkan lukisan, musik, kopi, atau teater untuk membuat saya betah dan bahagia hidup di sini. Bagi saya, sistem transportasi yang baik sudah cukup, dan Melbourne memberikan itu.

Selain trem, bus, dan kereta, awal Juli 2011 pemerintah Victoria memperkenalkan sebuah modus transportasi umum untuk Melburnian: “Sepeda umum” atau Melbourne Bike Share. Terdorong rasa penasaran, saya meminjam sebuah sepeda biru dan membawanya keliling kota. Dapatkah layanan ini menjadikan Melbourne sebagai “kota sepeda”?

Sebenarnya, jauh-jauh hari sebelum Melbourne mengikuti langkah Paris, London, Turin, Amsterdam, dan Kopenhagen dalam memperkenalkan layanan sepeda umum, Melbourne sudah layak disebut kota sepeda. Bagaimana tidak. Selain jumlah toko sepeda yang menjamur, kota ini memiliki berbagai prasarana yang memanjakan pengguna sepeda. Sebagai contoh, saat ini semua stasiun kereta di Melbourne memiliki fasilitas ramp atau lift yang memudahkan pengguna sepeda untuk menumpang (alias nebeng) di kereta. Ini tentunya sangat berguna untuk perjalanan jauh.

Lalu, siapa sih yang tidak tahu bahwa bersepeda di kota besar bisa menjadi pengalaman yang cukup menakutkan? Kebetulan saya pernah mencoba bersepeda di Jakarta dan berhimpitan dengan metro mini, ojeg atau kendaraan bermotor jenis apapun. Ini bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Tapi tidak demikian di Melbourne.

Untuk melindungi para pengguna sepeda, pemerintah kota Melbourne telah membangun banyak jalur khusus bersepeda. Bahkan, jalur sepeda di salah satu jalan utama kota Melbourne (stasiun Swanston) dilindungi oleh pembatas seperti pada jalur busway di Jakarta!

Ed09-budaya-2

Karena saya masih jarang bersepeda di Melbourne, meminjam sepeda biru untuk keliling kota membuat saya semakin sadar akan banyaknya pengguna sepeda dan fasilitas untuk mereka di kota ini. Bahkan, saya menemukan banyak persimpangan jalan dengan lampu merah khusus untuk sepeda!

 Ed09-budaya-3

Namun, apakah semua fasilitas ini cukup untuk membuat saya membeli sepeda sendiri dan bersepeda secara rutin? Hmm… yang pasti, saya sudah cukup senang mengetahui bahwa kalau sedang ingin bersepeda, saya bisa meminjam sepeda umum dengan biaya $2,5 per hari, atau $8 per minggu, atau bahkan bisa $50 per tahun. Tentu saja, meski cukup aman bersepeda di sini, helm sepeda harus selalu dibawa dari rumah. Mari bersepeda di kota sepeda!

Catatan: Tulisan ini dipublikasi ulang dari laman Rantang.com.au dengan seizin penulis dan disertai beberapa perubahan.

Bahan bacaan:

Penulis:
Dirgayuza Setiawan, pendiri Idenesia, sarjana Media Communications dari Melbourne University, mantan aktivis Persatuan Pelajar Indonesia di Australia. Kontak: http://www.about.me/dirgayuza