Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Asal Mula Pembentukan Minyak dan Gas Bumi

Sebelum mencari tahu asal mula pembentukan minyak dan gas bumi, sudah tahukah kalian apa itu minyak dan gas bumi? Minyak dan gas bumi atau yang biasa kita sebut dengan migas sudah sering kita dengar dan kita gunakan sebagai salah satu sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui karena berasal dari fosil makhluk hidup atau jasad organik yang telah terurai dan terpendam di dalam lapisan bumi selama jutaan hingga ratusan tahun lalu, baik yang berada di daratan maupun lautan.

Apakah kalian tahu bagaimana bisa fosil makhluk hidup berubah menjadi migas? Dalam artikel ini akan diulas mengenai asal mula pembentukan minyak dan gas bumi. Pada umumnya banyak orang telah tahu bahwa migas berasal dari makhluk hidup. Tapi bagaimana dengan ganggang? Ganggang yang hidup di air tawar (danau, delta, dan sungai) maupun yang hidup di air laut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang merupakan biota terpenting sebagai penghasil minyak bumi.

Sementara itu, tumbuhan tingkat tinggi akan lebih banyak menghasilkan gas dari pada minyak bumi dikarenakan rendahnya jumlah rangkaian karbon pada tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang tingkat perkembangannya sudah tinggi karena memiliki akar, batang, dan daun sejati. Ganggang yang telah mati akan mengendap dan kemudian bercampur dengan batu lempung membentuk batuan induk (source rock). Proses pembentukan batuan induk terjadi bersamaan dengan proses penguraian ganggang/jasad organik menjadi senyawa-senyawa karbon.

Proses pembentukan lapisan batuan induk dan pembentukan senyawa karbon. Simbol “S” pada gambar merupakan lapisan dari batuan induk (source rock). Sumber: https://geologi.co.id.

Proses pengendapan batuan ini berlangsung terus menerus selama jutaan tahun, yang membuat batuan induk tertimbun oleh batuan lainnya. Seiring bertambahnya massa sedimen yang berada di atas lapisan batuan induk, serta adanya gaya tektonik pada lapisan tanah, lapisan batuan induk yang mengandung karbon akan mendapatkan tekanan serta suhu yang tinggi. Karbon yang terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen akan membentuk senyawa hidrokarbon (air, minyak, dan gas).

Minyak bumi baru akan terbentuk pada suhu sekitar 65–150 °C, yang biasanya berada pada kedalaman 1,5–3 km dari permukaan tanah, sedangkan gas akan terbentuk pada suhu yang lebih tinggi. Dengan massa jenis yang lebih rendah, posisi gas akan berada di atas lapisan minyak yang massa jenisnya lebih tinggi.

Ketika terjadi proses pengendapan, terdapat banyak jenis batuan yang akan menimbun lapisan batuan induk. Batuan tersebut akan menjadi lapisan batuan reservoir, sedangkan pori-pori pada batuan tersebut akan menjadi tempat terakumulasinya fluida hidrokarbon. Jenis batuan tersebut di antaranya adalah batuan pasir, batuan gamping, dan batuan vulkanik. Gambar di atas menunjukkan proses pembentukan lapisan batuan induk dan proses penguraian ganggang/ jasad organik menjadi senyawa karbon.

Setelah minyak dan gas sudah terbentuk di dalam lapisan source rock, minyak dan gas mengalami proses migrasi ke lapisan reservoir. Proses migrasi minyak dan gas akan terhenti atau terperangkap pada jebakan (trap) yang dilingkupi oleh lapisan impermeable (lapisan yang tidak dapat ditembus oleh fluida). Gambar berikut ini menjelaskan proses migrasi minyak dan gas bumi dari lapisan source rock ke lapisan reservoir, kemudian terperangkap oleh lapisan impermeable.  Minyak dan gas yang telah terperangkap nantinya akan dieksplorasi dan eksploitasi sehingga bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Proses migrasi minyak dan gas bumi. Simbol “S” pada gambar merupakan lapisan source rock, simbol “R” merupakan lapisan reservoir, sedangkan posisi minyak dan gas yang terperangkap ditandai dengan warna hijau. Sumber: https://geologi.co.id.

Bahan bacaan:

Penulis:

Putri Rida Lestari, Alumnus Jurusan Teknik Geofisika, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.