Mengenal Kepiting

Kepiting merupakan hewan yang termasuk dalam subfilum Crustacea ordo Decapoda (yang berarti “berkaki sepuluh” dan mengacu pada 10 alat gerak). Kepiting dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu kepiting Brachyura (kepiting yang sebenarnya) dan kepiting Anomura (kepiting “semu”). Semua spesies kepiting Brachyura dapat dengan mudah dibedakan dari kepiting Anomura. Kepiting Brachyura pada umumnya memiliki 4 pasang kaki gerak yang berkembang dengan baik, sedangkan kepiting Anomura hanya memiliki 3 pasang kaki gerak. Kaki gerak keempat dari kepiting Anomura sangat kecil dan sulit dilihat.

Liocarcinus vernalis, salah satu contoh Brachyura.
Liocarcinus vernalis, salah satu contoh Brachyura.

Selain ciri umum yang disebutkan di atas, ada juga beberapa kepiting Brachyura yang memiliki kaki gerak keempat tereduksi, seperti kepiting dari famili Dynomenidae dan Retroplumidae, atau bahkan hilang sama sekali, seperti kepiting dari famili Hexapodidae (penelitian Peter Ng pada 1998). Kemudian, satu hal lagi yang menjadikan kedua kelompok besar kepiting Brachyura dan Anomura adalah bahwa kepiting “semu” Anomura biasanya menggunakan cangkang kosong Gastropoda atau bambu sebagai ‘rumahnya’ yang melindungi bagian perut yang lunak (hasil penelitian Rahayu dan Wahyudi pada 2008). Contoh kepiting Brachyura adalah kepiting bakau (Scylla serrata) dan rajungan biru (Portunus pelagicus). Sementara itu, contoh kepiting “semu” Anomura adalah kepiting kelapa (Birgus latro) dan kumang (Coenobita spp).

Saat ini, pengumpulan data jumlah spesies kepiting baik Brachyura maupun Anomura masih belum lengkap. Sensus tahun 1951 oleh Fenner Chace Jr. melaporkan bahwa secara keseluruhan jumlah Brachyura dan Anomura masing-masing sebanyak 4.428 and 1.270 spesies. Dalam penelitian baru-baru ini, McLaughlin dkk. (2007) mencatat ada sekitar 1069 spesies Anomura dari superfamili Paguroidea saja. Raoul Serène pada tahun 1968 memperkirakan sekitar 1.000 spesies Brachyura berada di wilayah Indo-Malaya. Namun, jumlah ini semakin meningkat seiring dengan ditemukannya banyak spesies baru.

Pagurus bernhardus, salah satu contoh Anomura.
Pagurus bernhardus, salah satu contoh Anomura.

Jumlah total Brachyura dan Anomura diperkirakan masing-masing sekitar 5.000-6.000 dan 1.500-2.000 spesies. Dari semua ini, daerah yang paling banyak dihuni oleh kepiting-kepiting tersebut adalah wilayah Pasifik Barat bagian tengah (termasuk Indonesia), yaitu sekitar 1.500-2.000 Brachyura (spesies air laut maupun air tawar). Selama kurun waktu dari 1999 sampai 2010, telah ditemukan 29 spesies baru Crustacea dari perairan laut Indonesia, 25 spesies di antaranya adalah kepiting (Brachyura dan Anomura). Hal ini berarti 2 spesies baru ditemukan dari perairan laut Indonesia setiap tahunnya, belum termasuk spesies air tawar.

Bagian-bagian tubuh kepiting Anomura serta Brachyura dalam bentuk gambar skema diberikan dalam tulisan ini. Sebagai catatan, istilah yang dipakai untuk menamakan bagian tubuh kepiting di sini adalah istilah yang umum digunakan di kalangan ilmiah internasional. Oleh karena itu, istilah-istilah tersebut diberikan padanan bahasa Indonesianya hanya jika dapat memudahkan pemahaman ataupun terdapat padanannya.

Bagian-bagian tubuh kepiting “semu” Anomura. Gambar disalin dari penelitian Rahayu dan Wahyudi (2008).
Bagian-bagian tubuh kepiting “semu” Anomura. Gambar disalin dari penelitian Rahayu dan Wahyudi (2008).

Bagian tubuh utama kepiting Anomura adalah perisai (shield), perut (abdomen), serta organ gerak yang terdiri dari capit (cheliped) dan kaki gerak (pereopod 2, 3, 4, 5). Pereopod keempat dan kelima biasanya tereduksi. Organ gerak baik capit maupun pereopod terdiri dari bagian-bagian merus, propodus, dactyl.

Bagian-bagian tubuh kepiting Brachyura. Gambar disalin dari penelitian Peter Ng (1998).
Bagian-bagian tubuh kepiting Brachyura. Gambar disalin dari penelitian Peter Ng (1998).

Bahan bacaan:

Bagian tubuh kepiting Brachyura yang utama terdiri dari karapas (carapace), perut (abdomen), capit (cheliped) dan kaki gerak (kaki gerak 1, 2, 3, 4). Perlu diperhatikan bahwa ada perbedaan penomoran kaki gerak untuk Anomura dan Brachyura sesuai dengan keumuman yang dipakai dalam deskripsi spesies pada publikasi ilmiah.

Penulis:
A’an J. Wahyudi, peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.
Kontak: ajwahyudi(at)gmail(dot)com.

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat nonprofit, nonpartisan, independen, dan terbuka. Semangat dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang, siapapun itu, bisa menjadi guru dengan berbagai bentuknya, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Back To Top