Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Pasang-Surut Permukaan Air Laut

Teman-teman, terutama yang tinggal di pesisir, tentunya telah terbiasa dengan fenomena muka laut yang mengalami perubahan naik-turun. Pertanyaannya, mengapa fenomena ini bisa terjadi? Dalam bacaan kali ini kita akan belajar mengenai proses terjadinya fenomena naik-turunnya muka laut.

Sebenarnya apa sih fenomena naik-turunnya muka laut?

Proses naik-turunnya muka laut ini dikenal dengan nama pasang-surut, atau sering disingkat menjadi pasut (dalam bahasa Inggris disebut tide). Pasut merupakan fenomena yang terjadi akibat pengaruh gaya gravitasi benda langit, terutama bulan dan matahari. Gaya gravitasi benda langit inilah yang disebut dengan gaya pembangkit pasut. Lalu, bagaimana kaitannya gaya gravitasi dengan pasut ini? Baiklah, mari kita bahas satu per satu.

Gaya pembangkit pasut

Teman-teman tentunya masih ingat dengan hukum gravitasi, bukan? Mari kita coba melakukan perhitungan matematis dengan ilustrasi seperti pada gambar.

Melalui perhitungan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa gaya pembangkit pasut oleh matahari adalah sekitar 46% dari gaya pembangkit pasut oleh bulan. Jadi, meskipun ukuran atau massa matahari lebih besar daripada bulan, gaya pembangkit pasut justru jauh lebih didominasi bulan, bukan matahari, karena jarak matahari ke bumi sangat jauh dibandingkan dengan jarak bulan ke bumi sehingga gravitasi matahari lebih kecil. Gabungan efek sistem rotasi bumi-bulan (gaya sentrifugal) serta gaya gravitasi antara bumi dan dua benda langit tersebut (bulan dan matahari) menyebabkan perubahan tinggi muka laut di bumi.

Hubungan pasut, bulan, dan matahari

Gaya gravitasi antara bumi dan bulan menimbulkan perubahan permukaan laut di bumi. Seperti yang telah kita pahami bahwa fluida air, dalam hal ini adalah air laut, lebih cepat merespons dan lebih mudah mengalami gaya tarik bila dibandingkan dengan benda padat seperti daratan di bumi. Dengan adanya gaya gravitasi bumi dan bulan, permukaan air laut meresponsnya melalui kondisi pasang-tinggi (high tide) pada permukaan laut di bumi yang berhadapan langsung dengan bulan. Sementara itu, pada bagian bumi yang berlawanan dengan bulan, karena lokasinya yang jauh dari posisi bulan, gaya gravitasi antara bumi dan bulan menjadi lebih lemah sehingga high tide yang terjadi lebih dipengaruhi oleh sistem rotasi bumi-bulan (gaya sentrifugal).

Efek tinggi pasut tentunya akan semakin bertambah bila posisi matahari segaris dengan bumi dan bulan, yaitu pada fase bulan baru (new moon) atau bulan purnama (full moon). Kondisi saat posisi matahari segaris dengan bumi dan bulan disebut dengan syzygy. Fenomena pasut pada kondisi syzygy ini disebut spring tide dan terjadi kenaikan yang lebih tinggi daripada kondisi normal. Perlu diperhatikan bahwa istilah spring disini tidak ada kaitannya dengan musim semi (spring tide bukan berarti spring season).

Fenomena neap tide atau lower high tide akan terjadi bila posisi matahari dan bulan adalah 90 derajat atau tegak lurus terhadap bumi, yaitu pada fase bulan setengah (first and third quarter moon).

Perubahan pasut dalam satu bulan.

Tipe Pasut

Biasanya kebanyakan pesisir mengalami dua kali pasang (high tide) dan dua kali surut (low tide) setiap harinya. Bila tinggi setiap high tide dan low tide-nya sama, tipe pasut tersebut dinamakan semi-daily atau semidiurnal tide. Namun, bila tingginya berbeda, biasanya tipe pasut disebut mixed semidiurnal tide. Tipe pasut lainnya adalah bila dalam satu hari terjadi satu kali high tide dan satu kali low tide yang dinamakan diurnal tide.

Beberapa tipe pasut.

 

Manfaat Observasi dan Prediksi Pasut

Salah satu manfaat observasi dan prediksi pasut adalah untuk membantu aktivitas navigasi di sekitar pesisir, terutama pada daerah yang pengaruh pasutnya sangat tinggi. Selain itu, informasi pasut juga dapat digunakan untuk keperluan berselancar (surfing) atau studi ekosistem pesisir. Peselancar membutuhkan informasi pasut, misalnya kapan waktu low tide hingga high tide, sehingga dapat menentukan tempat dan waktu terbaik untuk kegiatan berselancarnya.

Kondisi pasang dan surut di Teluk Fundy, Kanada, menunjukkan kontras saat pasang (gambar bawah) dan surut (gambar atas).

Nah, demikian diskusi kita kali ini tentang permukaan laut yang mengalami naik-turun. Sekarang, bisakah teman-teman menentukan tipe pasut di dekat pesisir tempat tinggal teman-teman?

Bahan bacaan:

Penulis:
Dessy Berlianty, Peneliti Oseanografi, Institute for Marine Research and Observation, Bali.
Kontak: dessyberlianty(at)yahoo(dot)com.