Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Si Mungil The Explorer

Siapa yang tak kenal CIA (Central Intelligence Agency) pada era informasi saat ini? CIA adalah badan intelijen pusat dan dinas rahasia pemerintah Amerika Serikat. CIA sendiri dibentuk pada tanggal 18 September 1947 melalui penandatanganan NSA (National Security Act) – badan keamanan nasional AS – oleh presiden Harry S. Truman.

Letnan Jendral Hoyt S. Vandenberg menjabat sebagai orang nomor satu dalam CIA pada saat pertama kali dibentuk. Saat ini, NSA atau disebut juga DCI (Director of Central Intelligence) berperan untuk mengoordinasi, mengevaluasi, mengorelasi, dan mengirim para agen CIA untuk menjaga keamanan nasional.

Logo CIA (www.cia.gov) dan NSA (www.nsa.gov).

Logo CIA (www.cia.gov) dan NSA (www.nsa.gov).

Saat melakukan tugas di lapangan, para agen CIA selalu dibekali dengan spy-kits, di bawah perlindungan Direktorat Sains dan Teknologi AS. Berbagai peralatan canggih yang pernah dipakai CIA ditujukan untuk mendukung keberhasilan misi-misi rahasia yang berbahaya. Spy-kits biasanya memiliki ukuran yang relatif kecil yang bisa ditempelkan atau diselipkan di berbagai tempat tanpa sepengetahuan musuh.

Di antara perangkat spy-kits adalah microdot camera, kamera yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan bantuan mikroskop. Ada pula enigma code breaker, mesin pemecah kode yang dapat diatur untuk memberikan 150.000.000.000.000.000.000 jawaban. Kemudian, ada “Charlie”, wahana selam tanpa awak yang bentuknya seperti ikan yang dapat dikontrol melalui radio dengan sistem ballast dan propulsi yang dapat menyelam secara diam-diam.

Gambar kiri: Microdot camera (www.davidicke.com). Gambar kanan: Enigma machine (en.wikipedia.org).

Gambar kiri: Microdot camera (www.davidicke.com). Gambar kanan: Enigma machine (en.wikipedia.org).

Ide lain yang saat ini tengah dikembangkan adalah bagaimana caranya menggunakan teknologi mata-mata tersebut untuk merekam semua informasi yang dibutuhkan? Teknologi ini disebut dengan Micromechanical Flying Insect (MFI). Seperti namanya, MFI menggunakan serangga sebagai mediator karena beberapa keunggulan yang dimilikinya (misalnya kemampuan terbang) sehingga mereka dapat menyusup masuk ke tempat-tempat yang tak dapat dijangkau manusia.

Bagian utama MFI (science.howstuffworks.com).

Bagian utama MFI (science.howstuffworks.com).

Serangga elektronik ini tersusun dari berbagai peralatan mikroelektronik yang canggih. Perhatikan gambar bagian utama MFI. Bagian A merupakan mata dari serangga elektronik ini. Pada bagian mata dilengkapi dengan kamera dan sensor alat optik yang dapat merekam keadaan sekitar dan mendeteksi bau.

Bagian B adalah sayap yang terbuat dari bahan polyimide. Pada rancangan sayap, para peneliti menggunakan lalat buah sebagai model utamanya. Setiap sayap memiliki tiga buah motor penggerak untuk dapat mengepakkannya. Pertama-tama serangga mulai menembus udara dengan sudut yang besar (high angle of attack) yang berguna untuk menghasilkan vorteks pada permukaan sayap. Vroteks yang terbentuk ini yang kemudian nantinya memberi gaya angkat pada serangga mungil ini.

Kedua sayap akan berotasi ke arah belakang untuk menghasilkan backspin yang mengangkat serangga untuk terbang lebih tinggi lagi di udara. Ketika sedang meluncur di udara, vorteks-vorteks yang terbentuk tadi akan tertinggal di belakangnya dan ketika sayapnya berotasi, kedua sayap mungil itu membelah vorteks di belakangnya dan menyerap energi yang cukup banyak untuk menahan posisi mereka untuk tetap melayang di udara.

Bagian C dan D adalah aktuator yang berfungsi untuk mendorong kedua sayap sehingga mulai mengepak. Sebagai sumber energi, bagian E merupakan solar panel yang berfungsi untuk mengalirkan energi yang diperlukan aktuator, sehingga dapat menggerakkan kedua sayap.

Di masa depan, robot serangga mungil ini diharapkan dapat menjadi solusi ampuh untuk memecahkan masalah pengintaian. Aplikasinya jadi tak terbatas hanya untuk agen rahasia CIA, tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk misi-misi penyelamatan bencana kecelakaan, seperti gempa bumi. Proses evakuasi dan penyelamatan korban dapat dilakukan lebih cepat karena robot ini bisa menyelinap ke sela-sela reruntuhan untuk mencari para korban yang tersembunyi.

NASA (jwst.nasa.gov).

NASA (jwst.nasa.gov).

NASA juga memiliki rencana untuk memperbesar ukuran robot tersebut sehingga dapat digunakan untuk misi-misi penjelajahan ke planet Mars. Dengan adanya bantuan dari pasukan robot serangga mungil, misi-misi ini tentunya dapat lebih mudah dilaksanakan. Sensor optik dan kimia yang tertanam dapat digunakan untuk membongkar rahasia planet Mars yang hingga kini masih misterius.

Bahan bacaan:

Penulis:
Fran Kurnia, mahasiswa S3 di University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia.
Kontak: fran.kurnia(at)yahoo(dot)com.