Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Keseimbangan (“Equilibrium”)

Tahukah kalian kenapa kita bisa berdiri tegak dan tidak oleng? Tubuh kita bisa menjaga keseimbangan pada posisinya karena kita memiliki sistem pengatur keseimbangan tubuh. Mau tahu lebih jauh? Kita pelajari yuk.

Kita memiliki organ keseimbangan (equilibrium) tubuh untuk mempertahankan posisi tubuh kita. Organ ini disebut dengan organ vestibuler. Keseimbangan tidak hanya bergantung pada organ tersebut, tetapi juga dipengaruhi oleh mata, reseptor (penerima pesan) di kulit, dan juga di sistem gerak kita, yaitu tulang dan otot. Organ-organ keseimbangan ini akan mengirimkan pesan ke otak dan pesan tersebut diolah di otak. Setelah itu, otak akan melakukan pengaturan pada gerakan bola mata dan sistem gerak kita (tulang dan otot).

Organ vestibuler terletak di dalam telinga kita. Kita lihat terlebih dahulu struktur telinga secara garis besar. Kita memiliki dua telinga. Setiap telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga. Telinga luar dan telinga tengah dibatasi oleh membrane timpani (gendang telinga). Telinga tengah terdiri dari tulang-tulang pendengaran. Telinga dalam terdiri dari koklea (rumah siput) dan organ vestibuler.

Ed10-biologi-1

Pada manusia, reseptor keseimbangan terdiri dari perangkat vestibuler yang terdiri dari tiga buah saluran setengah lingkaran dan dua buah serambi, yaitu sakula yang terletak lebih depan dan utrikula yang terletak lebih belakang.

Ed10-biologi-2

Pengaturan keseimbangan dibagi menjadi dua, yakni keseimbangan diam (statis) yang mengatur orientasi kepala pada keadaan diam dan keseimbangan gerak (dinamis) yang mengatur orientasi pada saat bergerak atau dalam suatu percepatan. Percepatan dibagi menjadi percepatan linier dan percepatan sudut. Percepatan linier adalah perubahan kecepatan saat bergerak lurus yang diatur oleh sakulus dan utrikulus, sedangkan percepatan sudut adalah perubahan kecepatan saat tubuh kita berputar (berotasi) yang diatur oleh tiga buah saluran setengah lingkaran.

Bagaimana organ-organ tersebut dapat mendeteksi percepatan gerak tubuh kita?

Dalam sakula dan utrikula terdapat sel-sel rambut yang sangat halus. Pada sakula, sel-sel rambut tersebut tersusun secara vertical, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Ujung-ujung sel rambut terbenam pada membran seperti gel yang terdapat serbuk (granula) protein-kalsium karbonat yang disebut otolith. Fungsi otolith adalah untuk meningkatkan sensasi gravitasi dan gerakan sehingga dapat kita rasakan. Ketika kepala kita bergerak searah garis lurus, sel-sel rambut halus tersebut juga akan bergerak sesuai arah gerakan gel membran otolith tersebut, sedangkan gel membran otolith bergerak dipengaruhi oleh gravitasi juga.

Untuk lebih mudah memahaminya, coba bayangkan tanaman air dalam akuarium yang bergerak-gerak mengikuti arah air yang bergerak. Nah, sel-sel rambut yang bergerak mengalami proses kimia untuk mengirimkan pesan ke otak. Otak mengolah pesan tersebut kemudian membandingkannya dengan input dari mata dan reseptor keseimbangan yang lain. Utrikula mendeteksi adanya percepatan garis lurus yang mendatar, seperti saat kita berjalan di jalan yang rata, sedangkan sakula mendeteksi adanya percepatan garis lurus yang tegak, seperti saat kita sedang naik lift.

Ed10-biologi-3

Demikian juga dengan saluran setengah lingkaran. Ada tiga buah saluran setengah lingkaran, yaitu yang posisinya tegak (vertikal) ada dua di bagian lebih depan (anterior) dan bagian lebih belakang (posterior) serta yang posisinya 30^\circ dari posisi mendatar (horizontal) dan terletak lebih tepi (lateral). Saluran tersebut terisi cairan yang disebut endolimfe. Pada masing-masing saluran tersebut terbuka ke utrikula dan terdapat kantung yang menggembung yang disebut dengan ampula. Pada ampula tersebut terdapat sel-sel rambut halus dan sel penyokongnya yang disebut dengan krista ampularis. Ujung-ujung sel-sel rambut halus terbenam pada membran seperti gel mulai dari krista ampularis hingga atap ampula, yang disebut dengan cupula. Ketika kita bergerak berputar, cairan dalam endolimfe juga akan bergerak kemudian menggerakkan cupula, otomatis sel-sel rambut yang terbenam di cupula juga akan bergerak. Saat itu, terjadilah suatu proses kimiawi yang mengirimkan pesan ke otak lalu diolah oleh otak dan dibandingkan dengan gerakan mata dan reseptor keseimbangan lainnya. Ketiga saluran setengah lingkaran ini dapat mendeteksi gerakan seperti saat kita menggangguk, menggeleng, dan mendekatkan telinga kita ke bahu kita.

Ed10-biologi-4Sekarang kita tahu bagaimana kita bisa mempertahankan posisi tubuh kita tetap tegak dan tidak oleng. Ya, salah satunya adalah dengan adanya organ vestibuler. Jika terdapat gangguan pada organ vestibuler tersebut, kita dapat mengalami pusing, dengan gejala kita yang merasa berputar berputar atau ruangan di sekeliling kita terasa berputar, walaupun sebenarnya tidak begitu.

Bahan bacaan:

  • Saladin, K. 2003. Saladin Anatomy and Physiology : The Unity of Form and Function, 3rd edition. USA : MCGraw Hill.
  • Prakosa, D. 2003. Mata dan Telinga. Yogyakarta : Bagian Anatomi, Embriologi dan Antropologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Penulis:
Dewi Purnamasari, dokter praktik di RSUD Wonosari, Yogyakarta. Kontak: liem_siu_fang(at)yahoo(dot)com.