Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Berkenalan dengan Ilmu Pertambangan

Amat sering kita menemukan berita di koran maupun di TV yang membahas tentang pertambangan. Tetapi, apakah kita mengetahui apakah pertambangan itu? Atau seperti apa hasil dari pertambangan itu? Dan yang terpenting adalah bagaimana sih proses penambangan itu sampai hasil tambang bisa dimanfaatkan dan berguna dalam kehidupan kita? Ternyata tanpa kita sadari kita hidup dikelilingi barang yang berasal dari bahan tambang.

Sendok makan, cincin kawin, dan kabel listrik adalah contoh-contoh barang jadi yang berasal dari bahan tambang. Sebelum melingkar di jari manis, cincin sudah mengalami proses panjang sebelumnya. Begitu juga sendok makan dan kabel listrik serta segala rupa barang berbahan baku hasil tambang, urut-urutan proses panjang pasti sudah mendahului. Bahan baku cincin kawin adalah emas, sendok pada umumnya berbahan baku aluminium atau baja tak berkarat (stainless steel), dan kabel listrik terbuat dari tembaga. Contoh lain barang yang berbahan baku hasil tambang adalah kosmetik, bahan bangunan, bahan baku industri modern seperti otomotif, komputer, handphone, dan masih banyak lainnya. Semua itu adalah hasil dari proses awal yang bernama pertambangan. Proses yang menjadi lingkup pertambangan umumnya dibedakan menjadi 3 tahap: eksplorasi, penambangan dan metalurgi.

Contoh produk hasil bahan galian/penambangan: aluminium, emas dan tembaga

Contoh produk hasil bahan galian/penambangan: aluminium, emas, dan tembaga.

Eksplorasi
Eksporasi adalah kegiatan yang mencakup pencarian hingga estimasi cadangan tambang. Deposit mineral berharga mesti ditemukan. Berbagai metode sudah dikembangkan, mulai dari metode yang mengharuskan seorang explorer keluar masuk hutan untuk menemukan singkapan bijih, hingga pemetaan gelombang yang dapat dilakukan tanpa mengharuskan pengeboran atau penggalian lapisan bumi. Tidak semua temuan kemudian layak ditambang. Salah satu yang menentukan layak tidaknya adalah besar dari cadangan itu sendiri. Cadangan harus memiliki kuantitas dan kualitas (kadar) tertentu sehingga menjadikannya ekonomis untuk diusahakan.

Ilustrasi kegiatan eksplorasi dan contoh urat bijih emas.

Ilustrasi kegiatan eksplorasi dan contoh urat bijih emas.

Penambangan
Setelah suatu cadangan dianggap layak ditambang, yang mesti dilakukan berikutnya adalah bagaimana supaya cadangan tersebut dapat diambil. Secara garis besar, metode penambangan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Cara mana yang dipilih akan tergantung kepada perhitungan ekonomis dan teknis. Isu-isu lain mungkin saja akan turut jadi pertimbangan seperti lingkungan, adanya pemukiman penduduk, hutan lindung, dan lainnya. Jika cadangan mineral terletak jauh di pedalaman, banyak pekerjaan pendahuluan yang mesti dituntaskan. Pembuatan akses jalan, pekerjaan konstruksi sarana prasarana, mobilisasi pekerja, adalah beberapa langkah awal yang harus juga diperhatikan sebelum kegiatan penambangan dapat dimulai.

Ilustrasi tambang terbuka dan kegiatannya.

Ilustrasi tambang terbuka dan kegiatannya.

Ilustrasi tambang bawah tanah dan kegiatannya.

Ilustrasi tambang bawah tanah dan kegiatannya.

Metalurgi
Jangan bayangkan emas batangan akan langsung didapat dari sebuah penambangan emas, begitu juga mineral berharga lainnya seperti tembaga, bijih besi, aluminium dan lainnya. Para penambang sebenarnya hanya menambang bongkahan batu yang jika tak diolah lebih lanjut akan sama seperti batu-batu lain yang tak berharga. Batu-batu ini memerlukan proses tambahan untuk memisahkan mineral berharga dari unsur lain yang tak diperlukan. Proses pemisahan ini termasuk dalam tahap metalurgi. Ada banyak macam proses metalurgi, tergantung dari mineral apa yang akan dipisahkan. Umumnya, satu perusahaan tambang juga akan memiliki fasilitas metalurgi yang letaknya berdekatan dengan area tambang.

Penutup
Sekarang kita tentu sudah mulai memahami bahwa semua barang hasil tambang yang kita manfaatkan saat ini telah melalui proses panjang dengan investasi dana, tenaga dan waktu yang besar. Tidak ketinggalan diperlukan ilmu dan keahlian untuk mencari, mengambil, dan mengolah semua bahan tambang tersebut. Bagaimana cara mencari (eksplorasi), mengambil (eksploitasi atau penambangan) dan mengolah suatu mineral mudah-mudahan bisa dijelaskan pada kesempatan tulisan selanjutnya.

Bahan bacaan:

Penulis:
Syafril Hernendi, mahasiswa S3 bidang sustainability development dan ekonomi mineral di University of Arizona, Amerika Serikat. Kontak: syafril(at)syafrilhernendi(dot)com.