Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Kisah James Dewar dan Termos

Bagi yang suka minuman dingin atau panas, pasti tahu istilah termos. Namun, banyak yang kurang mengenal istilah tabung Dewar. Sesungguhnya, termos berawal dari sebuah merek bernama Thermos. Thermos adalah perusahaan yang didirikan oleh 2 orang Jerman yang pada awalnya mengomersialkan tabung penyimpan minuman. Ide tabung penyimpan cairan yang dapat mempertahankan temperatur cairan sendiri berasal dari Sir James Dewar.

Ed14-fisika-1

Bermula dari ambisinya untuk mengubah udara dari wujud gas ke wujud cair, Dewar mencoba membuat mesin pendingin. Sebelumnya, Michael Faraday mampu mencairkan hampir semua gas kecuali 6 gas permanen, yaitu oksigen, hidrogen, nitrogen, karbon monoksida, metana, dan nitrit oksida. Sampai akhirnya pada tahun 1885, Dewar berhasil mencairkan udara. Kemudian, Dewar berhasil memproduksi oksigen cair pada tahun 1891. Namun, oksigen cair ini cepat menguap karena cairan cepat menyerap panas dari udara sekitar.

Tabung penyimpan helium cair dan tabung Dewar berwarna biru.

Tabung penyimpan helium cair yang berwarna keemasan dan tabung Dewar yang berwarna biru.

Dewar berpikir bagaimana caranya untuk mempertahankan temperatur cairan sehingga cukup waktu untuk dapat diteliti. Ide itu akhirnya datang juga. Dia menempatkan bejana gelas di dalam bejana gelas lainnya. Nah, di antara 2 dinding bejana gelas tadi, terdapat ruang vakum yang tipis. Susunan ini dapat mempertahankan cairan tetap dingin. Inilah tonggak berkembangnya riset temperatur rendah.

Sayangnya, Dewar tidak terlalu peduli untuk mendaftarkan hak paten atas idenya tersebut. Walhasil, Thermos GmbH yang justru mengomersialkan susunan bejana tadi. Hingga kini, banyak orang lebih mengenal nama termos daripada tabung Dewar. Dapat ditebak pula, Dewar merasa terganggu dengan klaim dari Thermos, dan malah Dewar yang kalah saat persidangan menuntut hak paten. Sebuah pelajaran berharga bagi para peneliti.

Berita baiknya, masalah tersebut tidak membuat seorang Dewar mengakhiri ambisinya untuk mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan. Obsesi terbesarnya adalah mencairkan helium yang sayangnya lagi masih belum berhasil diwujudkannya sampai akhir hayatnya. Akan tetapi, ada seorang fisikawan Belanda peraih Nobel bernama Heike Kamerlingh Onnes yang mengagumi karya-karya Dewar dan banyak belajar darinya. Seorang Onnes-lah yang juga kemudian berhasil mencairkan helium untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kerja keras Onnes dilandasi oleh metode yang dikembangkan Dewar. Dewar sendiri tidak mendapat penghargaan Nobel, tetapi ia banyak mendapat penghargaan lainnya seperti beberapa medali dari komunitas sains. Puncaknya, Dewar mendapat kehormatan sebagai bangsawan pada tahun 1904. Nama Dewar tetap dikenang oleh para peneliti, khususnya peneliti bidang temperatur rendah, terutama di bulan Januari. Sebabnya adalah pada 118 tahun yang lalu, Sir James Dewar berhasil mengubah udara menjadi wujud padat. Kini, atas kerja keras Dewar, masyarakat luas dapat menikmati hasilnya, dari peralatan pendingin alat medis MRI sampai botol minuman bekal kita ke sekolah.

Bahan bacaan:

Penulis:
Yudhiakto Pramudya, dosen fisika di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, meraih doktor dalam bidang fisika temperatur rendah dari Wesleyan University, Amerika Serikat. Kontak: yudhirek(at)gmail(dot)com.