Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Mengantisipasi Kecurangan UNBK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengklaim perpindahan secara massal Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) ke Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 ini berhasil meningkatkan kejujuran/integritas pelaksanaan ujian dan meningkatkan keandalan hasilnya. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu juga menyatakan UNBK akan menjadikan siswa jujur karena soal yang mereka hadapi tidak sama antara yang satu dengan lainnya.

Mendukung itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto juga mengatakan penerapan UNBK memiliki keunggulan dibanding UNKP. Keunggulan yang dimaksud 1) keterlambatan soal UNBK lebih kecil terjadi, 2) meminimalisir tertukarnya soal, dan ketidakjelasan hasil cetak soal, 3) kemudahan pengumpulan lembar jawaban ujian nasional (LJUN), dan 4) lebih mengakomodasi siswa dengan ketunaan. Misalnya untuk siswa low vision (penglihatan kurang)tulisan dan gambar bisa diperbesar.

Semua pendapat di atas ada benarnya. Namun jika benar-benar dicermati sebenarnya UNBK justru membuka peluang kecurangan yang dapat dilakukan siswa maupun sekolah penyenggara. Penyebabnya sistem UNBK itu sendiri yaitu pada infrastruktur jaringan komputer dan teknis pelaksanaan UNBK oleh sekolah penyelenggara. Banyak juga aplikasi berbasis jaringan. Sebut saja LAN Messenger, Netsupport School Student, LANcet Chat, dan masih banyak yang lain. Semua aplikasi tersebut dapat diunduh bebas dan gratis. Proses instalasi atau pemasangannya pun juga mudah.

Dengan aplikasi-aplikasi tersebut, client dengan client dan server dengan client dapat berkomunikasi. Komunikasi dapat berupa chatting. Bahkan dapat men-capture (melihat) apa yang ditampilkan komputer-komputer yang terhubung. Hal ini terjadi sebagaimana tergambar dalam ilustrasi di bawah.

Gambar ilustrasi jaringan komputer yang dipakai dalam UNBK

Gambar di atas adalah ilustrasi jaringan komputer yang dipakai dalam UNBK. Client 1, 2, dan 3 adalah komputer yang dipergunakan siswa. Masing-masing komputer tersebut saling terhubung dalam satu jaringan yang disebut LAN (Local Area Network). Sesuai dengan ketentuan Puspendik (Pusat Penilaian Pendidikan), untuk menghubungkannya dengan kabel, bukan wifi atau wireless. Semua komputer client tersebut terhubung dengan Host Server. Dalam penjelasan sederhana host server komputer yang dipakai oleh proctor (orang yang bertanggungjawab mengendalikan server). Komputer ini berisi soal ujian yang dikerjakan oleh siswa melalui komputer client. Soal tersebut didapatkan dari proses sinkronisasi. Sinkronisasi dapat diartikan sebagai proses pendistribusian soal seperti dalam UNKP. Bedanya, kalau dalam UNKP distribusi soal perlu pengawalan dari banyak pihak, termasuk kepolisian, dalam sinkronisasi yang terlibat adalah proktor yang ditunjuk oleh sekolah penyelenggara. Sinkronisasi dilakukan dengan bantuan internet. Jadwalnya ditentukan Puspendik. Kegiatan ini dilaksanakan sehari sebelum ujian dilaksanakan. Secara umum mirip dengan proses mengunduh soal ujian.

Berdasarkan penejelasan ilustrasi tersebut dan banyaknya aplikasi yang dapat diunduh maka dapat dibayangkan betapa mengerikan UNBK. Misalnya, ada proktor nakal yang melihat tampilan soal yang dikerjakan siswa lalu membantunya atau jika antar siswa saling men-capture pekerjaan temannya lalu saling membantu dalam penyelesain soal. Yang paling mengerikan jika ada proktor nakal membongkar VHD (Virtual Harddisk Drive) berisi soal ujian yang didapat setelah proses sinkronisasi dan proktor itu menyebarkan soal tersebut kepada siswa sebelum melaksanakan ujian.

Untuk menghindari terjadi kemungkinan negatif di atas diperlukan antisipasi yang tepat. Pertama, perlu ada pengaturan tempat duduk pengawas ujian. Biasanya pengawas ujian duduk di depan siswa, maka perlu diganti menjadi di belakang siswa. Tujuannya agar pengawas ujian dapat melihat yang ditampilkan di layar monitor siswa. Pengawas ujian akan tau tentang siswa yang benar-benar mengerjakan soal atau sedang berkomunikasi dengan temannya melalui chat yang ada dalam komputer. Kedua, perlu adanya proktor silang. Artinya proktor tidak boleh berasal dari sekolah penyelenggara itu sendiri namun harus dari sekolah lain. Mengenai pembagiannya bisa dilakukan oleh dinas pendidikan. Tujuan proktor silang ini untuk mencegah adanya proktor-proktor nakal yang mencapture komputer client lalu membantu siswa dalam pengerjaan soal ujian. Ketiga, selama proses sinkronisasi perlu ada pengawasan dari pihak luar sekolah penyelenggara. Demikian pula setelah proses sinkronisasi selesai. Server perlu diamankan. Kalau perlu melibatkan kepolisian sebagai pengamanan. Ini perlu karena server yang telah disinkronisasi berisi soal yang akan dikerjakan siswa dalam ujian. Keempat, perlu adanya aturan mengenai spesifikasi perangkat lunak (software) yang ada dalam komputer client dan komputer host server. Aturan ini berisi aplikasi apa saja yang harus ada dan aplikasi yang dilarang. Sampai saat ini Puspendik hanya memberikan spesifikasi perangkat keras (hardware) komputer dan spesifikasi perangkat lunak (software) saja. Sedangkan aturan mengenai aplikasi apa saja yang dilarang dalam komputer client dan host server belum pernah diberikan Puspendik. Kelima, untuk memastikan aturan tersebut telah ditaati oleh sekolah penyelenggara, maka perlu ada tim teknis. Tim ini harus berisi orang-orang yang punya kompetensi tentang software dan hardware. Tugas utamanya memeriksa software dan hardware komputer sekolah penyenggara, mulai dari komputer client sampai host server. Tim ini harus independen. Maka ada baiknya jika tim ini ditunjuk oleh dinas pendidikan dan bukan dari sekolah penyelenggara ujian.

Lima langkah antisipasi di atas hanya sekedar alternatif solusi untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam UNBK. Jika kejujuran/integritas pelaksanaan ujian ini dianggap penting maka alternatif solusi tersebut sepantasnya dilaksanakan. Jika diabaikan dikhawatirkan UNBK bukan lagi menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer, namun menjadi Ujian Nasional Nasional Berbasis Kecurangan.

Bahan bacaan:

Penulis:

Ilham Wahyu Hidayat, S.Pd, guru dan proktor UNBK di SMP Negeri 11 Malang.

Kontak: ilham(dot)weha(at)gmail(dot)com.