Berbagi pengetahuan, dari mana saja, dari siapa saja, untuk semua

Membuat Sel Kanker Mengalami Penuaan

Secara sederhana, kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal sehingga sel tumbuh lebih cepat atau lebih besar secara tidak wajar. Ada tiga sifat sel kanker yang ingin dibahas di sini. Mari kita bahas sama-sama.

Pertama, terkait dengan penuaan. Misalnya, ketika kulit manusia mengalami penuaan, semakin berkurang pula kelenturannya. Itu salah satu tanda bahwa ada penuaan sel kulit. Sel kanker sebaliknya, salah satu sifat dasar sel kanker adalah dia tidak pernah menua. Karena ada kebutuhan untuk tumbuh lebih cepat dari sel normal, seolah-olah seperti tidak ada waktu untuk menjadi tua. Dan memang sifat muda itu yang dibutuhkan untuk memperbanyak dirinya. Itulah sebabnya sel kanker akan terus-menerus ada dalam tubuh manusia dan seolah-olah berhasil mematikan sinyal penuaan. Inilah sifat pertama sel kanker: awet muda.

Bila sel normal mengalami penuaan, langkah berikutnya adalah akan terjadi kematian sel normal. Jadi, ada sinyal terprogram dalam sel normal, yaitu sinyal kematian terjadwal. Sel normal akan mati sesuai jadwal kematiannya. Sebaliknya, sel kanker yang “awet muda” itu berhasil menghindarkan dirinya dari sinyal kematian. Maka, sifat yang kedua dari sel kanker dalam bahasan ini adalah immortal, alias ngga ada matinye.

Kemudian, sifat yang ketiga adalah kecepatan membelah diri. Sel kanker dapat membelah dengan sangat cepat, melampaui kecepatan pembelahan sel normal. Inilah sifat ketiga sel kanker: cepat memperbanyak keturunan. Oleh karena karakterisitik sel kanker yang tidak bisa menua tersebut, untuk pengobatannya muncullah pemikiran membuat sel kanker menjadi tua. Pemikiran ini disampaikan oleh Dr Ken Tajima, seorang peneliti di Juntendo University, Jepang, yang baru saja menyelesaikan studi di Harvard Medical School, Amerika Serikat.

Ed35-kesehatan1-1

Ilustrasi pembelahan sel normal (gambar kiri) dan sel kanker (gambar kanan). Pada sel normal, sel yang rusak akan mengalami kematian terjadwal (apoptosis), sedangkan pada sel kanker ia akan terus-menerus membelah diri.

Selama ini, pengobatan sel kanker seperti obat kemoterapi bekerja (baca: membunuh) pada sel yang membelahnya lebih cepat sehingga kemoterapi bisa membunuh sel kanker karena sel kanker membelah diri lebih cepat. Sementara itu, sel normal selamat karena tidak terlalu cepat membelah diri. Dari sini mungkin akan timbul masalah ketika kita coba memunculkan sifat menua pada sel kanker.

Kalau kita munculkan sifat menua pada sel kanker, maka kecepatan pembelahan dirinya akan melambat. Sebagai akibatnya, obat kemoterapi tidak bisa membunuh sel tersebut. Betulkah? Ya, memang betul. Lalu, sel kanker akan ada terus dalam tubuh pasiennya. Betulkah? Ya, itu juga betul. Jadi, tidak sembuh-sembuh, dong? Nah, ini yang tidak betul. Lho, kok tidak betul?

Jawabannya sangat sederhana. Jika kita berhasil memunculkan sifat menua pada sel kanker, sel kanker ini akan mengawali perjalanan hidup persis sama dengan sel normal. Dengan kata lain, sel kanker akan tetap di tubuh penderitanya sebagai “warga negara yang baik”, yaitu tidak menyebar dan tidak memperbanyak diri. Selanjutnya, diharapkan sel kanker kemudian mati akibat kematian terjadwal sebagaimana yang dialami oleh sel normal. Dengan demikian, ketika sifat menua muncul pada sel kanker, sel tersebut akan bersifat tidak lain seperti sel normal biasanya.

Ide besar seringkali muncul dari pemikiran dan observasi sederhana, seperti yang ditunjukkan oleh Dr Tajima. Semoga tulisan ini bisa menggugah minat siswa-siswi Indonesia untuk terus berkarya dan tidak takut untuk berpikir dan mencoba pemikiran yang baru.

Bahan bacaan:

Penulis:
Fariz Nurwidya, staf di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, serta mahasiswa doktor di Graduate School of Medicine, Juntendo University. Kontak: fariz(at)juntendo(dot)ac(dot)jp.